Mungkin ini teman-teman akan membaca artikel saya yang pertama pada blog saya ini dengan sebelah mata karena umur saya yang tidak mungkin untuk membahas suatu permasalahan yang terlalu sulit untuk didiskusikan bagi anak seumuran saya. Tapi, menurut saya pengalaman sangat dibutuhkan demi tercapainya cita2. Dan ketertarikan saya terhadap jurnalistik membuat saya tertantang untuk terus mencoba.
Dalam artikel pertama saya, saya akan membahas mengenai pengolahan limbah rumah tangga. Seringkali sekolah saya, SMP Negeri 1 Palembang, mengadakan pengarahan mengenai pengelolaan lingkungan, entah mengenai sampah, teknologi, atau pun lainnya. Dan saya ingin berbagi untuk teman2 semua, bahwa ternyata setiap rumah tangga menghasilkan limbah lebih banyak dibandingkan sekolah maupun pabrik produksi. Dan rata2 limbah yang dihasilkan merupakan limbah atau sampah organik yang dapat diolah lagi, seperti sayur2an, kakus dan lainnya.
1. Sampah
Sampah jenis organik merupakan sampah jenis yang mudah diolah atau didaur ulang menjadi pupuk. Ternyata, untuk menjadi sekolah terbersih pihak panitia Adipura memberi 1 persyaratan bahwa sekolah yang baik/ bersih harus memiliki tempat pendaurulangan sampah (khususnya organik) sendiri, dan pendaurulangan itu akan dijadikan kompos untuk tanaman sekolah sehingga ada regenerasi/ perputaran siklus fungsi dari sampah itu sendiri. PEngomposan ternyata dapat mengurangi jumlah sampah yang nampak dipermukaan sekitar <30% dan sisa nya bisa kita lanjutkan dengan cara yang lebih mudah dan praktis.
2. Kakus
Selama ini, permasalahan mengenai jumlah air bersih dipermukaan bumi terus berkurang menjadi HOT NEWS di mana2. Namun ternyata, usaha yang dilakukan kurang efektif bukan karena masalah biaya tetapi karena kelalaian kita dalam mengatur keterkaitan satu masalah dengan yang lain. Diketahui bahwa sanitasi dan air bersih memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Ternyata fakta membuktikan bahwa pengelolaan kakus yang dikeluarkan oleh rumha tangga dapat mempengaruhi kondisi air disekitar lingkungan mereka. Dan untuk mengatasi itu, pemeritah mulai bergerak dengan menciptakan lubang kakus yang praktis dan up to date. Dan diketahui bahwa WC jenis VIP dan PF memiliki fungsi yang ramah lingkungan. Selain dengan cara memperhatikan cara membuang kakus pada lubangnya , ada cara lain yang ternyata dapat dijadikan inves bagi wilayah yang menerapkan sistem ini seperti Baghladesh. Sistem ini adalah sistem penanaman rumput bebek yang dapat dijadikan pangan ikan. Ternyata rumput bebek yang tumbuh didaerah rawa" ini dapat meningkatkan ekonomi daerah yang menerapkannya. Contohnya Calcutta menghasilkan 20 ton / hari ikan segar semenjak menggunakan pangan rumput bebek. Namun, persyaratan untuk menanam tumbuhan satu ini adalah harus memiliki lahan yang luas dan didaerah rawa2 agar tanaman ini dapat tumuh subur dan limbah cair pun dapat teratasi.
Bagaimana menurut anda ? apakah kita dapat menerapkannya?
Jumat, 08 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)